REVO PGM-FI 2014
Honda Revo 110 cc PGM-Fi (programed injection) telah diluncurkan oleh Astra Honda Motor, Kamis, 9 Januari 2014 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Seperti umumnya injeksi yang suplai bahan bakarnya dimanajermen elektronik, yakinlah terjadi pengehamatan sambil naiknya performa mesin. Ya iyalah, tambah iya dong di Revo PGM-Fi ini, hematnya ada bonus.
Ia jadi underbone entry level alias harga terjangkau yang memang benar-benar hemat dalam arti sebenarnya. Harga motor yang memang ‘murah’ di line-up Honda bebek, ditambah irit 23 persen soal penggunaan bahan bakar dibanding karbu. Sudah murah, irit pula.
Seperti sifat injeksi yang dikelola ECU atau electronic control unit membaca sensor dari throttle body terus
menerus sesuai beban, suhu mesin dan cuaca sekitarnya. Setiap putaran
mesin akan menyedot debit bensin yang rata walau gasnya dimain-mainkan.
“Bila Revo karbutaror 53 km/liter, Revo Fi bisa lebih panjang 10 km atau
satu liter besin sampai 62,3 km/ liter,” tutur Fuminori Kamemizu, Large Project Leader Honda R&D co.Ltd dalam peluncuran terserbut.
Hemat
selanjutnya adalah perawatan. Seperti injeksi umumnya yang alatnya
tetap bekerja sepanjang umur mesin motor tersebut. Nah, perawatannya
juga simpel, hemat waktu, dana dan tenaga. Lha wong, cukup bersihkan
saringan udara dan mulut throttle body atau venturinya, performa segar kembali.
Berbeda
dengan karbu, walau dirawat tetap akan ada penyusutan, lantaran
onderdil karbu masih konvensional dan berpengaruh pada konsumsi bahan
bakar. Contoh saja pelampung besin yang lama-lama juga aus atau jarum
skep yang aus akibat turun-naiknya piston skep. Komponen ini saban waktu
harus disegarkan pada karbu agar kinerjanya seperti sedia kala.
Belum
lagi kenyamanan yang ujungnya pengehamatan stamina pengendara untuk
menghendling motor. Dijamin, tenaga dari kapasitas 110 cc atau sama
dengan veri karbu yang SOHC, Revo Fi ini selalu tersedia, lantaran
cerita injeksi di atas. Lihat saja data perbandingan kompresi. Bila Revo
karbu 9:1 pada Revo Fi menjadi 9.3:1.
Tahu kan epek dari kompresi. Bila kompresi makin tinggi, ledakan di ruang bakar lebih duaaar,
lebih kuat. Tenaga responsif. Reaksinya terhadap pergelangan tangan
lebih baik saat kamu memutar gas. Tak perlu ragu menyalip kendaraan di
depan, karena jaminan tenaga alias tidak drop selagi injeksinya bekerja.
Nah, itu lumayan, hemat nyali, eh, reaksi.
Dan
perubahan tenaga seharusnya lebih besar pada desain knalpot yang
disesuaikan dengan Euro 3 soal emsi gas buang. Knalpot selalu
memengaruhi kinerja mesin. Belum lagi bodi yang lebih ramping. Hasilnya
adalah motor yang mudah ditekuk sana-sini di arena cari nafkah oleh
penggunanya. Bukan begitu pak? “Ya, benar. Bodi ramping, motor mudah
kendalikan,” tambah Fuminori sembari menerangkan perubahan fitur pada Revo Fi.
Makanya, jangan baca bonus iritnya, silakan intip juga harganya. Honda Revo Fi ini ada tiga varian. Revo CW (pelek palang) dilego Rp 13,825.000 atau yang termahal. Revo SW atau menggunakan pelek jari-jari Rp 13,05 jeti dan Revo Fit yang termurah Rp 12,5 juta. Sedang warna tersedia Dynamic Red, Quantum Black, Nano Blue dan Techno Green.Untuk Revo Fit ada tiga warna yang didominasi dengan Neo Green, Galaxy Blue dan Raving Red.